yoastseo-dep
Version:
Yoast clientside page analysis
57 lines • 54.6 kB
HTML
<p>Komunikasi resmi pertama antara Eropa Barat dan Kekaisaran Mongol terjadi antara <a href="/wiki/Paus_Innosensius_IV" class="mw-redirect" title="Paus Innosensius IV">Paus Innosensius IV</a> (menjabat 1243–1254) dan para Khan Agung, melalui surat dan utusan yang dikirim lewat darat dan bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk sampai di tujuan. Komunikasi ini mengawali apa yang kemudian menjadi pola dalam komunikasi bangsa Eropa-Mongol: bangsa Eropa meminta orang-orang Mongol untuk masuk Kristen, dan orang-orang Mongol akan menanggapinya dengan tuntutan pernyataan tunduk.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson200546_10-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson200546-10">[9]</a></sup><sup id="cite_ref-18" class="reference"><a href="#cite_note-18">[17]</a></sup>
</p><p><a href="/wiki/Invasi_Mongol_ke_Eropa" class="mw-redirect" title="Invasi Mongol ke Eropa">Invasi Mongol ke Eropa</a> berakhir tahun 1242, salah satunya karena kematian Khan Agung <a href="/wiki/%C3%96gedei_Khan" class="mw-redirect" title="Ögedei Khan">Ögedei</a>, penerus Jenghis Khan. Ketika seorang Khan Agung wafat, para pemimpin Mongol dari seluruh wilayah kekaisaran dipanggil kembali ke ibu kota untuk memutuskan siapa yang akan menjadi Khan Agung berikutnya.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson200572_19-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson200572-19">[18]</a></sup> Sementara itu, pergerakan tentara Mongol tanpa henti ke arah barat telah menggulingkan <a href="/wiki/Dinasti_Khwarazmia" class="mw-redirect" title="Dinasti Khwarazmia">Dinasti Turk Khwarazmia</a>. Orang Turk Khwarazmia sendiri juga bergerak ke barat dan akhirnya bersekutu dengan Muslim Ayyubiyah di Mesir.<sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006770–771_20-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006770–771-20">[19]</a></sup> Di sepanjang perjalanannya, <a href="/wiki/Bangsa_Turk" title="Bangsa Turk">pasukan Turk</a> <a href="/wiki/Pengepungan_Yerusalem_(1244)" title="Pengepungan Yerusalem (1244)">merebut Yerusalem dari pihak Kristen pada tahun 1244</a>. Setelah kekalahan berikutnya dalam <a href="/wiki/Pertempuran_La_Forbie" title="Pertempuran La Forbie">Pertempuran La Forbie</a>, raja-raja Kristen mulai mempersiapkan perang salib baru (<a href="/wiki/Perang_Salib_Ketujuh" title="Perang Salib Ketujuh">Perang Salib Ketujuh</a>), yang dikumandangkan oleh Paus Innosensius IV pada Juni 1245 dalam <a href="/wiki/Konsili_Lyon_Pertama" class="mw-redirect" title="Konsili Lyon Pertama">Konsili Lyon Pertama</a>.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERiley-Smith2005289–290_21-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERiley-Smith2005289–290-21">[20]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006772_22-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006772-22">[21]</a></sup> Jatuhnya Yerusalem menyebabkan segelintir bangsa Eropa memandang orang-orang Mongol sebagai sekutu potensial bagi <a href="/wiki/Dunia_Kristiani" title="Dunia Kristiani">Dunia Kristiani</a>, asalkan orang-orang Mongol mau beralih keyakinannya ke agama <a href="/wiki/Kekristenan_Barat" title="Kekristenan Barat">Kekristenan Barat</a>.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERyan1998411–421_5-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERyan1998411–421-5">[4]</a></sup> Pada Maret 1245, Paus Innosensius IV mengeluarkan beberapa <a href="/wiki/Bula_kepausan" class="mw-redirect" title="Bula kepausan">bula kepausan</a>, beberapa di antaranya dikirim bersama seorang utusan, <a href="/wiki/Giovanni_da_Pian_del_Carpine" title="Giovanni da Pian del Carpine">Giovanni da Pian del Carpine</a> dari ordo <a href="/wiki/Fransiskan" title="Fransiskan">Fransiskan</a>, kepada "Kaisar bangsa Tartar". Dalam sebuah surat yang sekarang disebut <i><a href="/wiki/Cum_non_solum" title="Cum non solum">Cum non solum</a></i>, Paus Innosensius mengungkapkan harapan bagi perdamaian, dan meminta penguasa Mongol untuk menjadi seorang Kristen dan berhenti membunuh orang-orang Kristen.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson200590_23-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson200590-23">[22]</a></sup> Namun, Khan Agung Mongol yang baru <a href="/wiki/G%C3%BCy%C3%BCk_Khan" class="mw-redirect" title="Güyük Khan">Güyük</a>, yang dilantik di <a href="/wiki/Karakorum" title="Karakorum">Karakorum</a> pada tahun 1246, hanya menjawab dengan permintaan agar sang paus tunduk padanya, dan meminta kunjungan dari para penguasa Barat sebagai penghormatan kepada kekuasaan Mongol:<sup id="cite_ref-FOOTNOTEMorgan2007102_24-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEMorgan2007102-24">[23]</a></sup>
</p>
<style data-mw-deduplicate="TemplateStyles:r17035896">.mw-parser-output .templatequote{overflow:hidden;margin:1em 0;padding:0 40px}.mw-parser-output .templatequote .templatequotecite{line-height:1.5em;text-align:left;padding-left:1.6em;margin-top:0}</style><blockquote class="templatequote"><p>Anda harus mengatakan dengan hati yang tulus: "Saya akan tunduk dan mengabdi kepada Anda." Anda sendiri, sebagai pemimpin semua Pangeran, datang sekaligus untuk mengabdi dan melayani kami! Pada saat itu saya akan mengakui pernyataan tunduk Anda. Jika Anda tidak mematuhi perintah Tuhan, dan jika Anda mengabaikan perintah saya, saya akan menganggap Anda sebagai musuh saya.</p><div class="templatequotecite">— <cite>Surat Güyük Khan kepada Paus Innosensius IV, 1246<sup id="cite_ref-FOOTNOTEDawson195586_25-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEDawson195586-25">[24]</a></sup></cite></div></blockquote>
<p>Misi kedua yang dikirim pada tahun 1245 oleh Paus Innosensius dipimpin oleh <a href="/wiki/Ascelin_dari_Lombardia" title="Ascelin dari Lombardia">Ascelin dari Lombardia</a>, pengikut <a href="/wiki/Ordo_Dominikan" class="mw-redirect" title="Ordo Dominikan">Ordo Dominikan</a>,<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson200588_26-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson200588-26">[25]</a></sup> yang bertemu dengan panglima Mongol <a href="/wiki/Baiju" title="Baiju">Baiju</a> di dekat <a href="/wiki/Laut_Kaspia" title="Laut Kaspia">Laut Kaspia</a> pada tahun 1247. Baiju, yang memiliki rencana untuk merebut Baghdad, menyambut kemungkinan persekutuan dan mengirim pesan ke Roma melalui utusannya, <a href="/wiki/A%C3%AFbeg_dan_Serkis" title="Aïbeg dan Serkis">Aïbeg dan Serkis</a>. Mereka kembali setahun kemudian bersama surat Paus Innosensius, <i><a href="/wiki/Viam_agnoscere_veritatis_(1248)" title="Viam agnoscere veritatis (1248)">Viam agnoscere veritatis</a></i>, yang mengimbau orang-orang Mongol agar "menghentikan ancaman mereka".<sup id="cite_ref-27" class="reference"><a href="#cite_note-27">[26]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson200589_28-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson200589-28">[27]</a></sup>
</p>
<h2><span class="mw-headline" id="Vasal-vasal_Kristen_yang_tunduk_pada_bangsa_Mongol">Vasal-vasal Kristen yang tunduk pada bangsa Mongol</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=3" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Vasal-vasal Kristen yang tunduk pada bangsa Mongol">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=3" title="Sunting bagian: Vasal-vasal Kristen yang tunduk pada bangsa Mongol">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h2>
<div role="note" class="hatnote navigation-not-searchable">Lihat pula: <a href="/wiki/Invasi_Mongol_ke_Georgia_dan_Armenia" class="mw-redirect" title="Invasi Mongol ke Georgia dan Armenia">Invasi Mongol ke Georgia dan Armenia</a></div>
<p>Ketika orang-orang Mongol di Ilkhanat terus bergerak menuju Tanah Suci, kota demi kota jatuh ke tangan orang Mongol. Pola khas orang Mongol adalah memberi satu kali kesempatan untuk menyerah bagi sebuah wilayah. Jika target itu menyetujuinya, orang Mongol akan menyerap penduduk dan prajurit ke dalam pasukan Mongol mereka sendiri, yang kemudian akan mereka gunakan untuk memperluas kekaisarannya. Jika sebuah daerah tidak mau menyerah, orang Mongol dengan paksa akan merebut permukiman atau perkampungan dan membantai semua orang yang mereka temukan.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEHindley2004193_29-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEHindley2004193-29">[28]</a></sup> Dihadapkan pada pilihan tunduk atau bertempur dengan gerombolan Mongol di dekatnya, banyak daerah yang memilih tunduk, termasuk beberapa kerajaan Kristen.<sup id="cite_ref-30" class="reference"><a href="#cite_note-30">[29]</a></sup>
</p>
<div class="thumb tleft"><div class="thumbinner" style="width:222px;"><a href="/wiki/Berkas:SempadLetter.JPG" class="image"><img alt="" src="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/SempadLetter.JPG/220px-SempadLetter.JPG" decoding="async" width="220" height="297" class="thumbimage" srcset="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/SempadLetter.JPG/330px-SempadLetter.JPG 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/SempadLetter.JPG/440px-SempadLetter.JPG 2x" data-file-width="929" data-file-height="1254" /></a> <div class="thumbcaption"><div class="magnify"><a href="/wiki/Berkas:SempadLetter.JPG" class="internal" title="Perbesar"></a></div>Surat tahun 1248 dari <a href="/wiki/Sempad_sang_Konstabel" title="Sempad sang Konstabel">Sempad sang Konstabel</a> kepada <a href="/wiki/Henri_I_dari_Siprus" title="Henri I dari Siprus">Henri I dari Siprus</a> dan <a href="/wiki/John_dari_Ibelin_(yuris)" class="mw-redirect" title="John dari Ibelin (yuris)">Jean d'Ibelin</a></div></div></div>
<p><a href="/wiki/Kerajaan_Georgia" title="Kerajaan Georgia">Georgia</a> yang beragama Kristen berulang kali diserang mulai tahun 1220, dan pada tahun 1243 Ratu <a href="/wiki/Rusudani" title="Rusudani">Rusudani</a> secara resmi tunduk kepada Mongol, mengubah Georgia menjadi sebuah negara vasal yang kemudian menjadi sekutu tetap dalam penaklukan militer Mongol.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEStewart20028_31-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEStewart20028-31">[30]</a></sup> <a href="/wiki/Hethum_I,_Raja_Armenia" title="Hethum I, Raja Armenia">Hethum I dari Armenia Silisia</a> tunduk pada tahun 1247, dan selama tahun-tahun berikutnya mendorong para raja lain untuk masuk ke dalam persekutuan Kristen-Mongol.<sup id="cite_ref-Nersessian_1969_653_32-0" class="reference"><a href="#cite_note-Nersessian_1969_653-32">[31]</a></sup><sup id="cite_ref-33" class="reference"><a href="#cite_note-33">[32]</a></sup><sup id="cite_ref-34" class="reference"><a href="#cite_note-34">[33]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEGhazarian200056_35-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEGhazarian200056-35">[34]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEMay2002135_36-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEMay2002135-36">[35]</a></sup> Dia mengutus saudara laki-lakinya <a href="/wiki/Sempad_sang_Konstabel" title="Sempad sang Konstabel">Sempad</a> ke istana Mongol di Karakorum, dan surat-surat Sempad yang positif mengenai bangsa Mongol berpengaruh di kalangan bangsa Eropa.<sup id="cite_ref-37" class="reference"><a href="#cite_note-37">[36]</a></sup>
</p>
<h3><span class="mw-headline" id="Antiokhia">Antiokhia</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=4" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Antiokhia">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=4" title="Sunting bagian: Antiokhia">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h3>
<p><a href="/wiki/Kepangeranan_Antiokhia" title="Kepangeranan Antiokhia">Kepangeranan Antiokhia</a> merupakan salah satu Negara Tentara Salib paling awal, didirikan pada tahun 1098 selama Perang Salib Pertama. Pada saat pasukan Mongol maju, kepangeranan ini berada di bawah kekuasaan <a href="/wiki/Bohemond_VI_dari_Antiokhia" title="Bohemond VI dari Antiokhia">Bohemond VI</a>. Di bawah pengaruh ayah mertuanya, Hethum I, Bohemond juga tunduk kepada Hulagu pada tahun 1260.<sup id="cite_ref-Nersessian_1969_653_32-1" class="reference"><a href="#cite_note-Nersessian_1969_653-32">[31]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005167-168_38-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005167-168-38">[37]</a></sup><sup id="cite_ref-39" class="reference"><a href="#cite_note-39">[38]</a></sup> Perwakilan dan garnisun Mongol ditempatkan di ibu kota kepangeranan tersebut di <a href="/wiki/Antiokia" class="mw-redirect" title="Antiokia">Antiokia</a>. Mereka menempati kota tersebut sampai kepangeranan ini dihancurkan oleh Mamluk pada tahun tahun 1268.<sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006806_40-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006806-40">[39]</a></sup><sup id="cite_ref-41" class="reference"><a href="#cite_note-41">[40]</a></sup> Bohemond juga diminta oleh orang-orang Mongol untuk menerima pengembalian jabatan <a href="/w/index.php?title=Euthymius_II_dari_Antiokhia&action=edit&redlink=1" class="new" title="Euthymius II dari Antiokhia (halaman belum tersedia)">Euthymius</a> sebagai <a href="/wiki/Daftar_Patriark_Antiokhia_Ortodoks_Yunani" class="mw-redirect" title="Daftar Patriark Antiokhia Ortodoks Yunani">Patriark Ortodoks Yunani</a> guna memperkuat ikatan antara orang Mongol dan <a href="/wiki/Kekaisaran_Romawi_Timur" title="Kekaisaran Romawi Timur">Romawi Timur</a>. Sebagai imbalan atas kesetiaan ini, Hulagu menganugerahi Bohemond seluruh wilayah Antiokhia yang sebelumnya jatuh ke tangan Muslim pada tahun 1243.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999411_42-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999411-42">[41]</a></sup> Namun, akibat hubungannya dengan bangsa Mongol, Bohemond juga di<a href="/wiki/Ekskomunikasi" title="Ekskomunikasi">ekskomunikasi</a> oleh <a href="/wiki/Paus_Urbanus_IV" title="Paus Urbanus IV">Jacques Pantaléon</a>, <a href="/wiki/Patriarkat_Latin_Yerusalem" title="Patriarkat Latin Yerusalem">Patriarkat Latin Yerusalem</a>, meskipun kemudian ekskomunikasi ini dicabut pada tahun 1263.<sup id="cite_ref-FOOTNOTESaunders2001115_43-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTESaunders2001115-43">[42]</a></sup>
</p><p>Sekitar tahun 1262 atau 1263, pemimpin Mamluk <a href="/wiki/Baibars" title="Baibars">Baibars</a> mencoba melancarkan serangan terhadap Antiokhia, tetapi kepangerannya diselamatkan melalui campur tangan Mongol.<sup id="cite_ref-44" class="reference"><a href="#cite_note-44">[43]</a></sup> Pada tahun-tahun berikutnya, orang-orang Mongol tidak dapat membantu seperti sebelumnya. Pada tahun 1264–1265, pasukan Mongol hanya mampu menyerang benteng perbatasan <a href="/wiki/Birecik" title="Birecik">al-Bira</a>. Pada tahun 1268 Baibars menduduki seluruh Antiokhia dan mengakhiri riwayat kepangeranan yang telah berusia 170 tahun tersebut.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999414-420_45-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999414-420-45">[44]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEHindley2004206_46-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEHindley2004206-46">[45]</a></sup>
</p>
<div style="clear:both;"></div>
<p>Pada tahun 1271, Baibars mengirim sepucuk surat kepada Bohemond yang mengancamnya dengan penghancuran total dan mengejeknya karena persekutuannya dengan pasukan Mongol:
</p>
<link rel="mw-deduplicated-inline-style" href="mw-data:TemplateStyles:r17035896"/><blockquote class="templatequote"><p>Bendera kuning kami telah memukul mundur bendera merah Anda, dan suara lonceng telah digantikan oleh seruan: "<a href="/wiki/Takbir" title="Takbir">Allâhu Akbar</a>!" ... Peringatkan tembok dan gereja Anda bahwa mesin pengepungan kami segera akan berhadapan dengan mereka, para kesatria Anda bahwa pedang kami akan segera menyinggahi diri mereka di rumah mereka ... Kita kemudian akan melihat apa gunanya persekutuan Anda dengan Abagha.</p><div class="templatequotecite">— <cite>Surat dari Baibars kepada Bohemond VI, tahun 1271<sup id="cite_ref-FOOTNOTEGrousset1936650_47-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEGrousset1936650-47">[46]</a></sup></cite></div></blockquote>
<p>Bohemond dibiarkan tanpa wilayah kekuasaan kecuali <a href="/wiki/Comitatus_Tripolitanus" title="Comitatus Tripolitanus">Comitatus Tripolitanus</a>, yang belakangan juga jatuh ke tangan Mamluk pada tahun 1289.<sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006815-818_48-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006815-818-48">[47]</a></sup>
</p>
<div style="clear:both;"></div>
<h2><span class="mw-headline" id="Santo_Louis_dan_Mongol">Santo Louis dan Mongol</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=5" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Santo Louis dan Mongol">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=5" title="Sunting bagian: Santo Louis dan Mongol">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h2>
<div role="note" class="hatnote navigation-not-searchable">Artikel utama: <a href="/wiki/Perang_Salib_Ketujuh" title="Perang Salib Ketujuh">Perang Salib Ketujuh</a></div>
<p><a href="/wiki/Louis_IX_dari_Prancis" title="Louis IX dari Prancis">Louis IX dari Prancis</a> telah menjalin komunikasi dengan orang Mongol selama perang salibnya sendiri. Selama ekspedisi pertamanya ke negara-negara Tentara Salib (yang juga disebut "<a href="/wiki/Outremer" title="Outremer">Outremer</a>"), ia bertemu dengan dua utusan Mongol, yaitu para penganut Nestorianisme dari <a href="/wiki/Mosul" title="Mosul">Mosul</a> yang bernama <a href="/wiki/Daud_dan_Markus" title="Daud dan Markus">Daud dan Markus</a>, pada <span class="nowrap">20 Desember 1248</span> di Siprus. Para utusan tersebut membawa sepucuk surat dari panglima Mongol di Persia, <a href="/wiki/Eljigidei" title="Eljigidei">Eljigidei</a>.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson1980481–513_49-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson1980481–513-49">[48]</a></sup> Surat itu ditulis dalam nada bahasa yang lebih berdamai daripada tuntutan Mongol sebelumnya, dan utusan Eljigidei menyarankan agar Raja Louis mengerahkan pasukannya ke Mesir sewaktu Eljigidei menyerang Baghdad, sebagai cara untuk mencegah kaum Muslim Mesir dan Syam bersatu.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005181_50-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005181-50">[49]</a></sup> Louis menanggapinya dengan mengirim utusannya, <a href="/wiki/Andr%C3%A9_de_Longjumeau" title="André de Longjumeau">André de Longjumeau</a>, untuk menghadap Khan Agung <a href="/wiki/G%C3%BCy%C3%BCk" class="mw-redirect" title="Güyük">Güyük</a>, tetapi Güyük meninggal akibat diracun atau mungkin karena sebab alami<sup id="cite_ref-FOOTNOTEAtwood2004213_51-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEAtwood2004213-51">[50]</a></sup> sebelum sang utusan tiba di istananya. Istri mendiang Güyük yang menjanda, <a href="/wiki/Oghul_Qaimish" title="Oghul Qaimish">Oghul Qaimish</a>, hanya memberi hadiah kepada utusan dan sepucuk surat dengan nada yang merendahkan untuk dibawa kembali kepada Raja Louis; surat tersebut memerintahkannya untuk terus mengirim upeti setiap tahun.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson200599_52-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson200599-52">[51]</a></sup><sup id="cite_ref-53" class="reference"><a href="#cite_note-53">[52]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTESinor1975524_54-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTESinor1975524-54">[53]</a></sup>
</p><p>Perang yang dikobarkan Raja Louis terhadap Mesir tidak berjalan dengan baik. Dia <a href="/wiki/Pengepungan_Damietta_(1218%E2%80%931219)" title="Pengepungan Damietta (1218–1219)">berhasil merebut Damietta</a>, tetapi kehilangan seluruh pasukannya dalam <a href="/wiki/Pertempuran_Al_Mansurah" title="Pertempuran Al Mansurah">Pertempuran Al Mansurah</a>, dan dia sendiri ditawan oleh pasukan Mesir. Pembebasannya akhirnya dinegosiasikan dengan imbalan sejumlah uang tebusan (beberapa di antaranya merupakan pinjaman dari para anggota <a href="/wiki/Kesatria_Kenisah" title="Kesatria Kenisah">Kenisah</a>) dan penyerahan kota Damietta.<sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006789-798_55-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006789-798-55">[54]</a></sup> Pada tahun 1253, Raja Louis berusaha menjalin persekutuan dengan kelompok <a href="/wiki/Hassasin" title="Hassasin">Hassasin</a> <a href="/wiki/Ismailiyah" title="Ismailiyah">Ismailiyah</a> dan pasukan Mongol.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEDaftary199460_56-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEDaftary199460-56">[55]</a></sup> Ketika dia membaca sepucuk surat dari saudara laki-laki Hethum, yaitu seorang bangsawan Armenia Sempad yang fasih berbahasa Mongol, Louis mengirim tokoh Fransiskan <a href="/wiki/William_dari_Rubruck" class="mw-redirect" title="William dari Rubruck">William dari Rubruck</a> ke istana Mongol. Namun, pemimpin Mongol <a href="/wiki/M%C3%B6ngke_Khan" class="mw-redirect" title="Möngke Khan">Möngke</a> hanya menjawab dengan sepucuk surat melalui William pada tahun 1254 yang meminta pernyataan tunduk Raja kepada kekuasaan Mongol.<sup id="cite_ref-iranica_57-0" class="reference"><a href="#cite_note-iranica-57">[56]</a></sup>
</p><p>Louis mencoba melancarkan perang salib keduanya (<a href="/wiki/Perang_Salib_Kedelapan" title="Perang Salib Kedelapan">Perang Salib Kedelapan</a>) pada tahun 1270. Pemimpin Ilkhanat Mongol, Abaqa, menulis surat kepada Louis IX untuk menawarkan bantuan militer segera setelah Tentara Salib mendarat di Palestina, tetapi Louis dan pasukannya malah bergerak ke <a href="/wiki/Tunis" title="Tunis">Tunis</a>. Niatnya saat itu tampak jelas, yakni untuk menaklukkan Tunis terlebih dahulu, dan kemudian menggerakkan pasukannya di sepanjang pesisir untuk mencapai Iskandariyah di Mesir.<sup id="cite_ref-FOOTNOTESinor1975531_58-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTESinor1975531-58">[57]</a></sup> Sejarawan Prancis <a href="/wiki/Alain_Demurger" title="Alain Demurger">Alain Demurger</a> dan Jean Richard mengemukakan bahwa perang salib ini mungkin masih merupakan upaya koordinasi dengan pasukan Mongol, karena Louis mungkin telah menyerang Tunis alih-alih Syam setelah mendapatkan pesan dari Abaqa bahwa dia tidak akan dapat mengerahkan pasukannya pada tahun 1270 dan memintanya untuk menunda serangan ke tahun 1271.<sup id="cite_ref-59" class="reference"><a href="#cite_note-59">[58]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999428-434_60-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999428-434-60">[59]</a></sup> Para utusan dari Kaisar Romawi Timur, Armenia, dan Abaqa hadir di Tunis, tetapi rencana-rencana untuk melanjutkan perang salib berakhir setelah Louis meninggal karena sakit.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999428-434_60-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999428-434-60">[59]</a></sup> Menurut legenda, kata terakhir yang diucapkannya adalah "Yerusalem".<sup id="cite_ref-FOOTNOTEGrousset1936647_61-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEGrousset1936647-61">[60]</a></sup>
</p>
<h2><span class="mw-headline" id="Hubungan_dengan_Ilkhanat">Hubungan dengan Ilkhanat</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=6" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Hubungan dengan Ilkhanat">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=6" title="Sunting bagian: Hubungan dengan Ilkhanat">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h2>
<h3><span id="Hulagu_.281256.E2.80.931265.29"></span><span class="mw-headline" id="Hulagu_(1256–1265)">Hulagu (1256–1265)</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=7" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Hulagu (1256–1265)">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=7" title="Sunting bagian: Hulagu (1256–1265)">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h3>
<p><a href="/wiki/Hulagu_Khan" title="Hulagu Khan">Hulagu Khan</a>, cucu Jenghis Khan, adalah seorang penganut <a href="/wiki/Syamanisme" title="Syamanisme">Syamanisme</a> yang taat, tetapi sangat toleran terhadap Kekristenan. Ibunya yang bernama <a href="/wiki/Sorghaghtani_Beki" title="Sorghaghtani Beki">Sorghaghtani Beki</a>, istri kesayangan dari <a href="/wiki/Doquz_Khatun" title="Doquz Khatun">Doquz Khatun</a>, dan beberapa pendukung terdekatnya adalah pengikut Kristen Nestorian. Salah satu panglimanya yang paling penting, <a href="/wiki/Kitbuqa" title="Kitbuqa">Kitbuqa</a>, adalah seorang Kristen Nestorian dari suku Naiman.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERyan1998411-421_62-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERyan1998411-421-62">[61]</a></sup> Kerja sama militer antara Mongol dengan vasal-vasal Kristen mereka menjadi semakin penting pada tahun 1258–1260. Pasukan Hulagu bersama dengan pasukan dari vasal-vasal Kristennya (Bohemond VI dari Antiokhia, Hethum I dari Armenia, dan orang-orang Georgia) berhasil menghancurkan dua dinasti Muslim paling kuat pada zaman itu: <a href="/wiki/Kekhalifahan_Abbasiyah" title="Kekhalifahan Abbasiyah">Abbasiyah</a> di Baghdad dan <a href="/wiki/Dinasti_Ayyubiyah" title="Dinasti Ayyubiyah">Ayyubiyah</a> di Syam.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEMorgan2007133–138_17-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEMorgan2007133–138-17">[16]</a></sup>
</p>
<h4><span id="Kejatuhan_Baghdad_.281258.29"></span><span class="mw-headline" id="Kejatuhan_Baghdad_(1258)">Kejatuhan Baghdad (1258)</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=8" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Kejatuhan Baghdad (1258)">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=8" title="Sunting bagian: Kejatuhan Baghdad (1258)">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h4>
<div class="thumb tright"><div class="thumbinner" style="width:222px;"><a href="/wiki/Berkas:Bagdad1258.jpg" class="image"><img alt="" src="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/85/Bagdad1258.jpg/220px-Bagdad1258.jpg" decoding="async" width="220" height="155" class="thumbimage" srcset="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/85/Bagdad1258.jpg/330px-Bagdad1258.jpg 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/85/Bagdad1258.jpg/440px-Bagdad1258.jpg 2x" data-file-width="2074" data-file-height="1464" /></a> <div class="thumbcaption"><div class="magnify"><a href="/wiki/Berkas:Bagdad1258.jpg" class="internal" title="Perbesar"></a></div>Pasukan Mongol menyerang Baghdad (1258)</div></div></div><div role="note" class="hatnote navigation-not-searchable">Artikel utama: <a href="/wiki/Pengepungan_Baghdad_(1258)" title="Pengepungan Baghdad (1258)">Pengepungan Baghdad (1258)</a></div>
<p><a href="/wiki/Kekhalifahan_Abbasiyah" title="Kekhalifahan Abbasiyah">Kekhalifahan Abbasiyah</a> (yang didirikan oleh <a href="/wiki/As-Saffah" title="As-Saffah">Abu al-'Abbās 'Abdu'llāh bin Muhammad as-Saffāḥ</a>, <a href="/wiki/Anak_cucu#Silsilah_keluarga" title="Anak cucu">canggah</a> dari paman <a href="/wiki/Muhammad" title="Muhammad">Muhammad</a>, <a href="/wiki/Abbas_bin_Abdul-Muththalib" title="Abbas bin Abdul-Muththalib">Abbas</a>, pada tahun 749) sempat memerintah kawasan timur laut Afrika, <a href="/wiki/Jazirah_Arab" title="Jazirah Arab">Jazirah Arab</a>, dan Timur Tengah, meskipun kekuasaan mereka pada tahun 1258 menyusut menjadi hanya Irak selatan dan tengah. Pusat kekuasaan Abbasiyah selama hampir 500 tahun adalah Baghdad, sebuah kota yang dianggap sebagai salah satu kota terbesar dan paling kuat di dunia. Namun, kota ini jatuh ke tangan Mongol pada <span class="nowrap">15 Februari 1258</span>, sebuah kekalahan yang sering dianggap dalam dunia Muslim sebagai peristiwa musibah terbesar dalam sejarah Islam dan akhir dari <a href="/wiki/Zaman_Kejayaan_Islam" title="Zaman Kejayaan Islam">Zaman Kejayaan Islam</a>. Orang-orang Georgia merupakan yang pertama yang berhasil menembus tembok kota tersebut, dan seperti yang dijelaskan oleh sejarawan <a href="/wiki/Steven_Runciman" title="Steven Runciman">Steven Runciman</a>, "sangat ganas dalam menghancurkan".<sup id="cite_ref-FOOTNOTERunciman1987303_63-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERunciman1987303-63">[62]</a></sup> Setelah Hulagu menaklukkan kota tersebut, pasukan Mongol menghancurkan bangunan, membakar seluruh daerah perkotaan, dan membantai hampir semua pria, perempuan, dan anak-anak. Walaupun begitu, berkat intervensi Doquz Khatun, para penduduk Kristen selamat.<sup id="cite_ref-FOOTNOTELane2006243_64-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTELane2006243-64">[63]</a></sup>
</p>
<div class="thumb tleft"><div class="thumbinner" style="width:172px;"><a href="/wiki/Berkas:Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg" class="image"><img alt="" src="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg/170px-Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg" decoding="async" width="170" height="206" class="thumbimage" srcset="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg/255px-Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg/340px-Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg 2x" data-file-width="2145" data-file-height="2593" /></a> <div class="thumbcaption"><div class="magnify"><a href="/wiki/Berkas:Hulagu_and_Doquz-Qatun_in_Syriac_Bible.jpg" class="internal" title="Perbesar"></a></div>Hulagu dan Ratu Doquz Khatun digambarkan sebagai "Konstantinus dan Helen" yang baru, dalam sebuah Alkitab berbahasa Suryani<sup id="cite_ref-Angold_2006_387_65-0" class="reference"><a href="#cite_note-Angold_2006_387-65">[64]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTELe_Monde_de_la_Bible200843_66-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTELe_Monde_de_la_Bible200843-66">[65]</a></sup></div></div></div>
<p>Bagi orang Kristen Asia, kejatuhan Baghdad adalah hal yang patut dirayakan.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJoseph198316_67-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJoseph198316-67">[66]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEFolda2005349-350_68-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEFolda2005349-350-68">[67]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005120_69-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005120-69">[68]</a></sup> Hulagu dan istrinya yang beragama Kristen dianggap sebagai utusan Tuhan dalam melawan musuh-musuh Kekristenan,<sup id="cite_ref-FOOTNOTEFolda2005349-350_68-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEFolda2005349-350-68">[67]</a></sup> dan mereka bahkan dibandingkan dengan Kaisar Kristen abad ke-4 yang berpengaruh, <a href="/wiki/Konstantinus_Agung" title="Konstantinus Agung">Konstantinus Agung</a>, dan ibundanya yang dihormati, <a href="/wiki/Helena" title="Helena">Santa Helena</a>. Sejarawan Armenia <a href="/wiki/Kirakos_Gandzaketsi" title="Kirakos Gandzaketsi">Kirakos Gandzaketsi</a> memuji pasangan kerajaan Mongol ini dalam naskah-naskah untuk <a href="/wiki/Gereja_Apostolik_Armenia" title="Gereja Apostolik Armenia">Gereja Armenia</a>,<sup id="cite_ref-Angold_2006_387_65-1" class="reference"><a href="#cite_note-Angold_2006_387-65">[64]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEJoseph198316_67-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJoseph198316-67">[66]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTETakahashi2005102_70-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETakahashi2005102-70">[69]</a></sup> dan <a href="/wiki/Bar_Hebraeus" title="Bar Hebraeus">Bar Hebraeus</a>, uskup dari <a href="/wiki/Gereja_Ortodoks_Siria" class="mw-redirect" title="Gereja Ortodoks Siria">Gereja Ortodoks Siria</a>, juga menyebut mereka sebagai Konstantinus dan Helena, dan menulis mengenai Hulagu bahwa tidak ada yang dapat dibandingkan dengan "raja di antara segala raja" dalam "kebijaksanaan, keluhuran budi yang tinggi, dan perbuatan hebat".<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJoseph198316_67-2" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJoseph198316-67">[66]</a></sup>
</p>
<h4><span id="Invasi_ke_Syam_.281260.29"></span><span class="mw-headline" id="Invasi_ke_Syam_(1260)">Invasi ke Syam (1260)</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=9" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Invasi ke Syam (1260)">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=9" title="Sunting bagian: Invasi ke Syam (1260)">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h4>
<p>Setelah Baghdad, pada tahun 1260 pasukan Mongol bersama bawahan Kristennya menaklukkan <a href="/wiki/Syam" title="Syam">Syam</a>, wilayah kekuasaan Dinasti Ayyubiyah. Mereka bersama-sama merebut kota <a href="/wiki/Aleppo" title="Aleppo">Aleppo</a> pada Januari, dan pada Maret, pasukan Mongol bersama orang-orang Armenia dan Franka Antiokhia merebut <a href="/wiki/Damaskus" title="Damaskus">Damaskus</a>, dan pasukan gabungan tersebut dipimpin oleh Jenderal Mongol Kristen Kitbuqa.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEMorgan2007133–138_17-2" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEMorgan2007133–138-17">[16]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006806_40-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006806-40">[39]</a></sup> Dengan hancurnya Dinasti Abbasiyah dan Ayyubiyah, sejarawan Steven Runciman menjelaskan bahwa kawasan Timur Tengah "tidak pernah lagi mendominasi peradaban."<sup id="cite_ref-FOOTNOTERunciman1987304_71-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERunciman1987304-71">[70]</a></sup> Sultan Ayyubiyah terakhir <a href="/wiki/An-Nasir_Yusuf" title="An-Nasir Yusuf">An-Nasir Yusuf</a> meninggal tidak lama setelah itu, dan dengan hilangnya pusat-pusat kekuatan Islam di Baghdad dan Damaskus, pusat kekuatan Islam beralih ke <a href="/wiki/Kesultanan_Mamluk_(Kairo)" title="Kesultanan Mamluk (Kairo)">Kesultanan Mamluk</a> di Kairo.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEMorgan2007133–138_17-3" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEMorgan2007133–138-17">[16]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEIrwin1999616_72-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEIrwin1999616-72">[71]</a></sup> Namun, sebelum pasukan Mongol dapat melanjutkan perjalanan mereka menuju Mesir, mereka harus mundur karena kematian Khan Agung. Hulagu harus kembali ke ibu kota dan membawa sebagian besar pasukan bersamanya, meninggalkan pasukan kecil di bawah Kitbuqa untuk menduduki Palestina selama ia pergi. <a href="/wiki/Serangan_Mongol_ke_Palestina" title="Serangan Mongol ke Palestina">Rombongan penyerbu Mongol</a> dikirim ke selatan sampai Palestina menuju Mesir, dengan garnisun kecil pasukan Mongol yang terdiri dari sekitar 1.000 tentara ditempatkan di Gaza.<sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006806_40-2" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006806-40">[39]</a></sup><sup id="cite_ref-73" class="reference"><a href="#cite_note-73">[72]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005116_74-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005116-74">[73]</a></sup>
</p>
<h4><span class="mw-headline" id="Pertempuran_Ain_Jalut">Pertempuran Ain Jalut</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=10" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Pertempuran Ain Jalut">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=10" title="Sunting bagian: Pertempuran Ain Jalut">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h4>
<div role="note" class="hatnote navigation-not-searchable">Artikel utama: <a href="/wiki/Pertempuran_Ain_Jalut" title="Pertempuran Ain Jalut">Pertempuran Ain Jalut</a></div>
<div class="thumb tright"><div class="thumbinner" style="width:232px;"><a href="/wiki/Berkas:Si%C3%A8ge_de_Sidon_(1260).jpeg" class="image"><img alt="" src="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/27/Si%C3%A8ge_de_Sidon_%281260%29.jpeg/230px-Si%C3%A8ge_de_Sidon_%281260%29.jpeg" decoding="async" width="230" height="126" class="thumbimage" srcset="//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/27/Si%C3%A8ge_de_Sidon_%281260%29.jpeg/345px-Si%C3%A8ge_de_Sidon_%281260%29.jpeg 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/27/Si%C3%A8ge_de_Sidon_%281260%29.jpeg 2x" data-file-width="450" data-file-height="247" /></a> <div class="thumbcaption"><div class="magnify"><a href="/wiki/Berkas:Si%C3%A8ge_de_Sidon_(1260).jpeg" class="internal" title="Perbesar"></a></div>Kitbuqa mengepung Sidon setelah pembunuhan keponakannya oleh Julian Grenier</div></div></div>
<p>Terlepas dari kerja sama antara pasukan Mongol dengan para bawahan Kristennya di Antiokhia, orang-orang Kristen lainnya di Syam melihat strategi pendekatan kepada Mongol dengan gelisah. Jacques Pantaléon, Patriark Yerusalem, menganggap Mongol sebagai ancaman, dan telah menulis surat kepada Paus untuk memperingatkannya tentang mereka pada tahun 1256.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005105_75-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005105-75">[74]</a></sup> Namun, suku Franka mengutus tokoh Dominikan <a href="/wiki/David_dari_Ashby" title="David dari Ashby">David dari Ashby</a> ke istana Hulagu pada tahun 1260.<sup id="cite_ref-iranica_57-1" class="reference"><a href="#cite_note-iranica-57">[56]</a></sup> Di <a href="/wiki/Sidon" title="Sidon">Sidon</a>, <a href="/wiki/Julian_Grenier" title="Julian Grenier">Julian Grenier</a>, <a href="/wiki/Kekuasaan_bangsawan_Sidon" title="Kekuasaan bangsawan Sidon">Bangsawan Sidon</a> dan <a href="/wiki/Puri_Beaufort,_Lebanon" title="Puri Beaufort, Lebanon">Beaufort</a>, yang digambarkan oleh orang-orang sezamannya sebagai sosok yang tidak bertanggung jawab dan berkepala dingin, mengambil kesempatan untuk menyerang dan menjarah daerah <a href="/wiki/Lembah_Beqaa" class="mw-redirect" title="Lembah Beqaa">Lembah Beqaa</a> di wilayah Mongol. Salah satu orang Mongol yang terbunuh adalah keponakan Kitbuqa, dan sebagai pembalasan, Kitbuqa menyerbu kota Sidon. Peristiwa-peristiwa ini meningkatkan ketidakpercayaan antara pasukan Mongol dan Tentara Salib, yang pusat kekuasaannya saat itu berada di kota pesisir Akko.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999411_42-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999411-42">[41]</a></sup><sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005120–122_76-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005120–122-76">[75]</a></sup>
</p><p>Bangsa Franka di Akko berusaha keras untuk mempertahankan kenetralan dalam konflik antara pasukan Mongol dan Mamluk.<sup id="cite_ref-Morgan_1989_204_6-1" class="reference"><a href="#cite_note-Morgan_1989_204-6">[5]</a></sup> Terlepas dari sejarah permusuhan panjang dengan Mamluk, bangsa Franka mengakui bahwa pasukan Mongol merupakan ancaman yang lebih besar, dan setelah pertimbangan yang mendalam, memilih gencatan senjata pasif dengan musuh-musuh mereka sebelumnya. Bangsa Franka mengizinkan pasukan Mamluk untuk bergerak ke utara melalui wilayah Kristen untuk bertempur dengan pasukan Mongol, dengan imbalan sebuah perjanjian bahwa bangsa Franka dapat membeli setiap kuda Mongol yang tertawan dengan harga yang murah.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005115_77-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005115-77">[76]</a></sup><sup id="cite_ref-78" class="reference"><a href="#cite_note-78">[77]</a></sup> Gencatan senjata memungkinkan Mamluk untuk mendirikan perkemahan dan memasok ulang persediaan di dekat Akko, dan bertempur dengan pasukan Mongol di Ain Jalut pada <span class="nowrap">3 September 1260</span>. Pasukan Mongol sudah kehabisan tenaga karena pasukan utama mereka ditarik mundur, sehingga dengan bantuan pasif dari pasukan Franka, pasukan Mamluk mampu meraih kemenangan atas pasukan Mongol. Sisa tentara Mongol mundur ke Armenia Kilikia, tempat mereka diterima dan dipersenjatai kembali oleh Hethum I.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999414-420_45-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999414-420-45">[44]</a></sup> Kemenangan Mamluk di Ain Jalut cukup bersejarah karena menjadi salah satu titik balik dalam sejarah pasukan Mongol: inilah kekalahan pertama mereka dalam sebuah pertempuran besar, dan inilah batas paling barat upaya perluasan wilayah Kekaisaran Mongol yang sebelumnya seolah tak terbendung.<sup id="cite_ref-Morgan_1989_204_6-2" class="reference"><a href="#cite_note-Morgan_1989_204-6">[5]</a></sup>
</p>
<h4><span class="mw-headline" id="Komunikasi_dengan_Paus">Komunikasi dengan Paus</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=11" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Komunikasi dengan Paus">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=11" title="Sunting bagian: Komunikasi dengan Paus">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h4>
<p>Pada tahun 1260-an, terjadi perubahan persepsi bangsa Eropa tentang orang Mongol, dan mereka menjadi tidak begitu dianggap sebagai musuh, dan lebih sebagai sekutu potensial dalam perang melawan kaum Muslim.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005165_79-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005165-79">[78]</a></sup> Padahal sebelumnya pada tahun 1259, <a href="/wiki/Paus_Aleksander_IV" title="Paus Aleksander IV">Paus Aleksander IV</a> telah menyerukan sebuah perang salib baru melawan pasukan Mongol, dan kecewa berat ketika mendengar bahwa raja-raja Antiokhia dan Armenia Kilikia telah tunduk kepada penguasa Mongol. Aleksander telah memasukkan kasus-kasus para raja tersebut dalam agenda konsili dia yang akan datang, tetapi ia tutup usia pada tahun 1261, hanya beberapa bulan sebelum konsili diselenggarakan dan sebelum perang salib baru dapat dilancarkan.<sup id="cite_ref-FOOTNOTERichard1999409–414_80-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTERichard1999409–414-80">[79]</a></sup> Untuk seorang paus baru, pilihan jatuh pada Pantaléon, Patriark Yerusalem yang sama yang sebelumnya memperingatkan ancaman Mongol. Dia menyandang nama <a href="/wiki/Paus_Urbanus_IV" title="Paus Urbanus IV">Paus Urbanus IV</a>, dan berusaha mengumpulkan uang untuk sebuah perang salib baru.<sup id="cite_ref-FOOTNOTETyerman2006807_81-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTETyerman2006807-81">[80]</a></sup>
</p><p>Pada <span class="nowrap">10 April 1262</span>, pemimpin Mongol Hulagu mengirim sepucuk surat baru kepada Raja Louis IX dari Prancis melalui <a href="/wiki/Exultavit_cor_nostrum#János_si_Hongaria" title="Exultavit cor nostrum">János orang Hongaria</a>, yang sekali lagi menawarkan persekutuan.<sup id="cite_ref-82" class="reference"><a href="#cite_note-82">[81]</a></sup> Surat itu menjelaskan bahwa sebelumnya, orang Mongol memiliki anggapan bahwa paus adalah pemimpin orang-orang Kristen, tetapi sekarang mereka menyadari bahwa kekuasaan sesungguhnya bertumpu pada kerajaan Prancis. Surat itu menyebutkan niat Hulagu untuk merebut Yerusalem untuk kepentingan paus, dan meminta Louis untuk mengirim sebuah armada menghadapi Mesir. Hulagu menjanjikan pengembalian Yerusalem kepada orang-orang Kristen, tetapi juga masih bersikeras tentang kedaulatan Mongol, dalam upaya pasukan Mongol untuk menaklukkan dunia. Tidak jelas apakah Raja Louis benar-benar menerima surat itu atau tidak, tetapi pada suatu waktu, surat tersebut dikirim kepada Paus Urbanus, yang menjawabnya dengan cara yang sama seperti para pendahulunya. Dalam bulla kepausannya <i><a href="/wiki/Exultavit_cor_nostrum" title="Exultavit cor nostrum">Exultavit cor nostrum</a></i>, Urbanus mengucapkan selamat kepada Hulagu atas ungkapan niat baiknya terhadap agama Kristen, dan mendorongnya untuk masuk Kristen.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEJackson2005166_83-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEJackson2005166-83">[82]</a></sup>
</p><p>Para sejarawan berselisih pendapat mengenai makna sebenarnya dari tindakan Urbanus. Pandangan sebagian besar sejarawan, seperti yang dicontohkan oleh sejarawan Britania <a href="/wiki/Peter_Jackson_(sejarawan)" title="Peter Jackson (sejarawan)">Peter Jackson</a>, menyatakan bahwa Urbanus masih menganggap orang Mongol sebagai musuh pada saat itu. Persepsi ini mulai berubah beberapa tahun kemudian, pada masa kepausan <a href="/wiki/Paus_Klemens_IV" title="Paus Klemens IV">Paus Klemens IV</a> (1265-1268), ketika orang Mongol lebih dipandang lebih sekutu potensial. Namun, sejarawan Prancis <a href="/wiki/Jean_Richard_(sejarawan)" title="Jean Richard (sejarawan)">Jean Richard</a> berpendapat bahwa tindakan Urbanus menandai titik balik dalam hubungan Mongol-Eropa pada tahun 1263, karena sesudah itu orang-orang Mongol benar-benar dianggap sebagai sekutu. Richard juga berpendapat bahwa pasukan Gerombolan Emas bersekutu dengan Mamluk Muslim sebagai tanggapan terhadap pembentukan koalisi antara pasukan Franka, Ilkhanat, dan Bizantium.<sup id="cite_ref-84" class="reference"><a href="#cite_note-84">[83]</a></sup><sup id="cite_ref-85" class="reference"><a href="#cite_note-85">[84]</a></sup> Kendati demikian, pandangan sebagian besar sejarawan adalah bahwa meskipun terdapat banyak upaya untuk membentuk persekutuan, upaya-upaya tersebut terbukti tidak berhasil.<sup id="cite_ref-Atwood_2004_583_4-1" class="reference"><a href="#cite_note-Atwood_2004_583-4">[3]</a></sup>
</p>
<h3><span id="Abaqa_.281265.E2.80.931282.29"></span><span class="mw-headline" id="Abaqa_(1265–1282)">Abaqa (1265–1282)</span><span class="mw-editsection"><span class="mw-editsection-bracket">[</span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&veaction=edit&section=12" class="mw-editsection-visualeditor" title="Sunting bagian: Abaqa (1265–1282)">sunting</a><span class="mw-editsection-divider"> | </span><a href="/w/index.php?title=Persekutuan_Franka-Mongol&action=edit&section=12" title="Sunting bagian: Abaqa (1265–1282)">sunting sumber</a><span class="mw-editsection-bracket">]</span></span></h3>
<p>Hulagu meninggal dunia pada tahun 1265, dan digantikan oleh <a href="/wiki/Abaqa_Khan" title="Abaqa Khan">Abaqa</a> (1234–1282), yang selanjutnya berusaha keras menjalin kerja sama dengan kubu Barat. Meskipun ia seorang <a href="/wiki/Buddhisme" class="mw-redirect" title="Buddhisme">Buddhis</a>, setelah naik takhta ia menikahi <a href="/wiki/Maria_Palaiologina" title="Maria Palaiologina">Maria Palaiologina</a>, seorang penganut <a href="/wiki/Gereja_Ortodoks" class="mw-redirect" title="Gereja Ortodoks">Kristen Ortodoks</a> dan putri luar nikah dari Kaisar Bizantium <a href="/wiki/Michael_VIII_Palaiologos" class="mw-redirect" title="Michael VIII Palaiologos">Michael VIII Palaiologos</a>.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEReinert2002258_86-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEReinert2002258-86">[85]</a></sup> Abaqa berkirim surat dengan Paus Klemens IV sampai tahun 1267 dan 1268, mengirimkan utusan kepada Klemens dan Raja <a href="/wiki/Chaime_I_dari_Aragon" title="Chaime I dari Aragon">Chaime I dari Aragon</a>. Dalam sebuah pesan tahun 1268 kepada Klemens, Abaqa berjanji untuk mengirim pasukan untuk membantu orang-orang Kristen. Tidak jelas apakah ini yang menyebabkan ekspedisi militer Chaime yang gagal ke Akko pada tahun 1269.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEKnobler1996181–197_15-1" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEKnobler1996181–197-15">[14]</a></sup> Chaime memprakarsai perang salib kecil, tetapi badai menerjang armadanya ketika mereka mencoba menyeberang dan memaksa sebagian besar kapal untuk kembali. Perang salib tersebut akhirnya dilaksanakan oleh dua putra Chaime, Fernando Sanchez dan Pedro Fernandez, yang tiba di Akko pada Desember 1269.<sup id="cite_ref-FOOTNOTEBisson198670_87-0" class="reference"><a href="#cite_note-FOOTNOTEBisson198670-87">[86]</a></sup> Walaupun sebelumnya sudah menjanjikan bantuan, Abaqa tengah disibukkan oleh ancaman lain, yaitu serangan pasukan Mongol <a href="/wiki/Turkestan" class="mw-redirect" title="Turkestan">Turkestan</a> ke <a href="/wiki/Khorasan_Raya" title="Khorasan Raya">Khorasan</a>. Ak